Multimedia adalah penggunaan dan pemrosesan beberapa
media (text, audio, graphics, animation, video, and interactivity) yang berbeda
untuk menyampaikan informasi.
Didalam
multimedia sangat banyak sekali beragam jenis alat yang digunakan. Salah satu
alat utama yaitu kamera. Saya akan membahas tentang kamera dan fotografi.
Kamera untuk
merekam, menangkap, memproses objek sehingga menghasilkan gambar bahkan bisa
menghasilkan video. Kamera untuk memotret/fotografi. Ada banyak hal yang kita
bahas disini mengenai fotografi.
PENGERTIAN FOTOGRAFI
-
Fotografi
(dari Bahasa Inggris) : photography,yang berasal dari kata Yunani yaitu “Fos” :
Cahaya dan “Grafo” : Melukis/Menulis.
-
Jadi,
Fotografi adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya.
BAGAIMANA FOTO
BISA DISEBUT BAGUS ?
- Foto memiliki ide, cerita dan makna
- Timing/waktu saat menjepret pas
- Pencahayaan tepat
- Komposisi pas
TEKNIK-TEKNIK
DASAR PEMOTRETAN
A. Fokus
Fokus
ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto.
B. Eksposure
Hal
yang paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah
unsur pencahayaan.
C. Bukaan Diafragma (aperture)
Diafragma
berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya
cahaya yang melewati lensa.
Ukuran
besar bukaan diafragma dilambangkan dengan “f/angka”.
Angka-angka
ini tertera pada lensa : “1,4” , “2” , “2,8” , “4” , “5,6” , “8” , “11” , “16”
, “22” ,dst. Penulisan diafragma ialah “f/14” atau “f/22”.
Semakin
besar “f/angka”, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk
makin sedikit. Begitupun sebaliknya, semakin kecil “/angka”, maka semakin lebar
bukaan diafragma nya sehinga cahaya yang masuk semakin banyak.
D. Kepekaan Film (ISO)
Makin
kecil satuan film (semakin rendah ISO), maka film kurang peka cahaya sehingga
makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut.
Inti yang
dibutuhkan saat memotret itu..
- Cari variasi angel.
- Usahakan memotret moment apapun.
- Fokus terhadap bidikan.
- Tanpa ada judul atau keterangan, orang
sudah bisa tahu/mengerti maksud gambar/foto tersebut.
- Usahakan pula memotret tidak hanya 1x,
minimal 2x agar bisa gampang dipilih yang lebih bagus dan yang tidaknya.
TEKNIK
PENGAMBILAN GAMBAR
a. Gerakan Kamera – Pan : Gerakan kameradengan
poros horizontal ke kiri (pan left) atau ke kanan (pan right)
b. Tilt : Gerakan kamera. Dengan poros vertical ke
atas (tilt up) / ke bawah (tilt down)
c. Zoom : Gerakan kamera yang menggunakan fasilitas
dalam kamera yang membuat objek long shot menjadi close up (zoom in) atau
membuat objek close up menjadi long shot (zoom out)
d. Track In / Track Out :
Gerakan kamera mendekati / menjauhi objek.
e. Follow Throught : Gerakan kamera yang
dilakukan dengan mengikuti objek bergerak.
SUDUT PENEMPATAN
KAMERA
- Sudut
Kamera Video (Angle)-Eye Level : Kamera ditempatkan sejajar dengan objek.
- High
Angle : Kamera ditempatkan lebih tinggi dari
objek.
- Low
Angle : Kamera ditepatkan leih rendah dari
objek.
JENIS SHOT
- Long Shot : Objek terlihat secara
keseluruhan pada bingkai rekam video.
- Full Shot
:
Tepi bawah bingkai rekam video memotong bagian bawah objek.
- Medium
Shot / Half Total : Tepi bawah
bingkai rekam memotong objek pada bgian tungkai atas kaki.
- Medium
Close Shot : Tepi bawah
bingkai rekam memotong objek pada bagian pinggang
- Close
Up Shot : Tepi
bawah bingkai rekam memotong pada bagian dada objek.
- Wide Close
Up Shot : Tepi bawah bingkai
rekam memotong antara dada dan dagu objek.
- Full Close
Up Shot : Seluruh bagian
wajah tampak, bingkai rekam diisi penuh dengan wajah objek.
- Medium
Close Up Shot : Beberapa bagian
wajah objek terlihat, sementara bagian lain terpotong oleh bingkai rekam.
- Extreme
Close Up Shot : Hanya satu bagian
wajah objek yang terlihat, misalnya mata, hidung, telinga, mulut, dsb
JENIS-JENIS FOTO
1. Landscape
Objek foto berupa alam. Memotret foto
landscape gunakanlah bukaan yang sempit (angka F besar, misal f/10, f/14, f/16,
dst).
Kenapa ???? Karena dengan sempitnya bukaan,
maka ruang fokus semakin lebar sehingga menambah ketajaman.
2. Makro
Merupakan foto yang objek utamanya adalah
benda-benda kecil. Contohnya serangga, bunga, biji-bijian,dsb. Dalam memotret
foto makro,sesuaikan bukaan dengan objek yang anda “bidik”. Alangkah baiknya
jika menggunakan bukaan yang sedang (misal angka F pada f/8 , f/7.1 , f/6.3 ,
f/9).
3. Panning
Merupakan foto diana objek utamanya adalah
benda yang bergerak. Jenis foto ini biasanya digunakan oleh fotografer untuk
mengambil gambar saat kejuaraan Moto GP. Teknik ini merupakan teknik yang
sangat sulit dalam penempatan fokusnya, dan lebih kosentrasi. Sebab kita harus
dan harus memfokuskan objek yang sedang bergerak. Pada teknik ini gunakan speed
1/15 – 1/40s.
4. Night Shoot
Merupakan foto yang diambil pada malam
hari. Foto ini alangkah baiknya sangat dibutuhkan tripod. Supaya gambar yang
terambil tidak goyang karena menggunakan speed sangat rendah. Biasanya para
fotografer menggunakan speed 15s, 20s, 30s, bahkan BULB.
5. Human Interest
Merupakan foto yang bercerita. Biasanya
kekuatan foto ini ada pada judulnya. Jadi pintar-pintar nya si fotografer dalam
memberi judul agar foto terlihat bercerita.
6. Still Life
Merupakan foto yang objeknya adalah
benda-benda disekitar kita. Dalam pemotretan still life, diperlukan kreatifitas
seorang fotografer untuk membuat foto lebih bermakna dan bercerita, walaupun
hanya foto yang berobjek sederhana sekalipun.
“Terimakasih, ini hanya sederhana. Maaf
kalau banyak sekali kekurangan tentang penjelasan diatas tadi. Semoga
bermanfaat, dan Salam jepret !! ^_^”